ANI RAHAYU- MAPEL SOSIOLOGI - SMAN 1 LEUWILIANG - POTENSI SISWA

             Ketika peserta didik sudah melaksanakan kewajibannya mengikuti kegiatan pembelajaran , kemudian evaluasi dan hasilnya kurang memuaskan atau tidak mencapai KKM , diulang lagi dengan hasil yang tidak mencapai target , banyak tugas dan kondisi kesehatan peserta didik , ada yang kurang sehat atau ada hambatan yang lainnya pada diri peserta didik , akan tetapi guru harus tetap berusaha mencari jalan keluar untuk membukakan kesempatan peserta didik meraih nilai sesuai dengan ketentuan yang disepakati dalam visi dan misi sekolah .
             Untuk itu  salah satu usaha yang dilakukan adalah mempersilahkan kepada peserta didik untuk berfikir dan berusaha menggali potensi yang dimiliki ditampilkan di depan teman - temannya dalam rangka meningkatkan prestasi belajar , mencapai nilai KKM , Apalagi kelas XII  kegiatan belajar mengajarnya sangat pendek tidak full satu tahun kurang lebih delapan bulan , jadi ketika setelah semester satu kemudian liburan semester satu biasanya di bulan desember , maka di bulan januari susdah sosialisasi dengan SNPTN, konfirmasi data peserta didik dengan dapodik  ,merekap nilai raport semua evaluasi penilaian sudah mulai direkap  dari semester satu , kemudian pelaksanaan ujian praktek , kemudian hapalan  juz 30  , disekolah kami ada program setiap peserta didik harus tahfizd  juz 30 tuntas sampai kelas XII , harus hapal di tes oleh para pembimbingnya, disinilah sering ketemu dengan titik kesimpulan adanya kekurangan nilai pada peserta didik , biasanya berkaitan dengan tugas terstruktur dan tugas tidak terstruktur ketahuan ada yang sudah tuntas ada yang belum.
             Alasannya biasanya peserta didik mengabaikan atau menunda nunda tugas yang harus ddiselesaikan dan harus dikumpulkan dengan jadwal yang sudah ditentukan, akan tetapi tanggapan dan respon peserta didik berbeda - beda sesuai dengan kondisi pada saat guru menyampaikan tugas ada yang memperhatikan kemuian dikerjakan , ada yang mendengarkan tapi tidak langsung dikerjakn, ada juga yang tidak memperhatikan otomatis tidak dikerjakan karena tidak tahu informasi. 
             Dengan demikian menjadi seorang guru perlu banyak belajar membaca karakter dan menggalai potensi yang dimiliki peserta didik , dengan berbagai macam sifat dan kepribadian peserta didik daan latar belakang budaya , lingkungan yang berbeda bahkan suku yang beraneka ragam , serta agama dan kepercayaan yang berbeda untuk pengambilan kebijakan dan mengambil keputusan seorang guru butuh diasah dan dilatih sehingga seorang guru tidak egois dengan aturan yang sudah ditetapkan , akan tetapi ketika covid 19 melanda bangsa ini pendidikan harus tetap berjalan maka disitu terasa banyak hal yang harus dilakukan guna memotivasi peserta didik agar tetap mau belajar dan semangat untuk belajar.
                  Alhamdulillah dengan segala upaya dan dibimbing ada beberapa peserta didik mampu menggali potensinya untuk menambahkan nilai raport dan nilai evaluasi sehingga mencapai nilai lebih baik .ternyatan ada beberapa potensi yang dimiliki oleh peserta didik yang tidak dapat tersalurkan karena keterbatasan berbagai ekskul yang ada di sekolah tidak dapat menampungnya . Jadi lebih yakin lagi bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang dimiliki, hanya saja ada yang sudah diasah  sehingga mampu tampil , ada yang tersimpan rapat didalam dirinya terkunci karena belum ada yang memotivasinya.

Komentar